Feature

Sabtu, 12 September 2020 - 06:00 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Pater Stefan Wrrosz, secara simbolis memulai pembongkaran gereja, dengan pemukulan palu pada bangunan gereja. (Foto: Ist)

Pater Stefan Wrrosz, secara simbolis memulai pembongkaran gereja, dengan pemukulan palu pada bangunan gereja. (Foto: Ist)

Gereja Polandia Itu Dibongkar, Terima Kasih Pater Stanis Wyparlo

Borong, floreseditorial.com – Berdiri sejak tahun 1972. Empat puluh delapan tahun silam. Berlandaskan pengabdian dan cinta. Sebuah rumah pemersatu anak-anak Allah, berdiri kokoh nan menawan. Gereja Paroki St. Gregorius Borong, Keuskupan Ruteng.

Seiring bergantinya waktu. Semakin banyaknya umat yang berhimpun. Demi kepentingan bersama, juga kasih yang lebih dahsyat. Bangunan tua itu, harus meluruhkan tubuhnya.

Hari ini, Sabtu (12/9/2020), Gereja Paroki St. Gregorius Borong, Keuskupan Ruteng, dibongkar.

Umat Paroki Borong, kian bertambah. Gereja itu sesak. Kapasitas bangunan gereja tak lagi mampu mengakomodir semua umat yang semakin banyak jumlahnya itu.

Dimakan usia, kondisi atap gereja pun sudah tak layak. Atap bocor dan beberapa bagian bangunan sudah sangat uzur, koyak, tak lagi elok.

Karena keprihatinan itu, umat Paroki Borong, sepakat membangun gereja baru di lokasi yang sama, dengan kapasitas lebih besar.

Dulu kala. Gereja ini didirikan oleh misionaris SVD asal Polandia. Pater Stanis Wyparlo. Beliau merupakan salah satu dari 20 misionaris SVD asal Polandia, berkarya di Indonesia sejak tahun 1965. Misionaris yang disapa Bapak Pembangunan Gereja Manggarai itu, tutup usia pada tahun 2017 silam.

Mengutip tulisan, Eman Embu, 20 misionaris yang meninggalakan negara kelahiran mereka pada 27 Agustus 1965 itu, adalah, Stanis Wyparlo, Tadeusz Gruca, Sylwester Pajak, Stanis Mucek, Ceslaus Osiecki, Josef Bloch, Jan Kozlowski, Stefan Wrrosz, Heinrich Gzella, Jan Czachorek, Stanis Ograbek, Jan Olęcki, Alfons Biesik, Jan Sudolski, Zenon Stężycki, Tadeusz Piech, Tadeusz Bartkowiak, Josef Glinka, Arkadius Siwiec dan Stanis Pikor.

Terpantau media ini, Pater Stefan Wrrosz, rekan se-negara, Pater Stanis Wyparlo, turut hadir dalam seremoni pembongkaran bangunan yang juga sering disebut Gereja Polandia itu.

Dengan tubuhnya yang renta, Pater Stefan Wrrosz, dipapah sejumlah umat, secara simbolis memulai pembongkaran gereja tua itu, dengan pemukulan palu pada bangunan gereja.

Gereja yang telah menyatu dengan umat, sejak 48 tahun silam itu. Terutama bagi, Pater Stanis Wyparlo, sebagai peletak pondasi pertama gereja. Sejak meninggalkan negaranya, mengabdikan hidup untuk karya yang lebih besar, hingga tutup usianya, gereja itu sudah menjadi bagian dari dirinya.

Semoga penghayatan iman misionaris-misionaris ini, menjadi dasar yang semakin mengokohkan bangunan gereja baru nantinya. Semoga pengabdian, kesetiaan dan cinta yang ditinggalkan, Pater Stanis Wyparlo, menjadi pemersatu umat yang berhimpun di bawah atap Gereja Paroki St. Gregorius Borong, Keuskupan Ruteng ini.

Terima kasih, Pater Stanis Wyparlo. *(Andre Kornasen)

Artikel ini telah dibaca 1028 kali

Baca Lainnya
x