Feature

Jumat, 21 Agustus 2020 - 03:57 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Ketiga tersangka, pelaku pembunuhan berencana terhadap, Alm. Adi Nona, menjalani pemeriksaan di Kapolres Resort Ende. (Foto: Rian Laka)

Ketiga tersangka, pelaku pembunuhan berencana terhadap, Alm. Adi Nona, menjalani pemeriksaan di Kapolres Resort Ende. (Foto: Rian Laka)

Terungkapnya Kasus Pembunuhan Adi Nona

Ende, floreseditorial.com – Kegelapan yang meruap dan ketidakpastian nyaris membabi buta. Berjalan tiga bulan lamanya. Akhirnya. Teka-teki kasus kematian, Adi Nona, korban penyiraman air keras, menemukan titik terang dari pihak Kepolisian Resort Ende.

16 Mei 2020. Kasus itu menguap. Hingga, Kamis 20 Agustus 2020. Tim Gabungan Satuan Reserse Kriminal dan Intel Polres Ende yang dibentuk Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, SIK, berhasil mengungkap ‘batang hidung’ tersangka pembunuhan.

Di Ruang Gelar Perkara Reskrim Polres Ende, kepada awak media, Albertus Andreana, menerangkan, selama tiga bulan, penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh Satuan Reserse Polres Ende bersama Intel Polres Ende. Keadilan menemukan jalannya. Polisi berhasil menetapkan tiga orang tersangka, pelaku pembunuhan berencana dengan menggunakan air keras kepada korban, Alm. Adi Nona.

Pasca penetapan tiga tersangka, hingga Kamis (20/8/2020), Kepolisian Resort Ende melakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan, Alm. Adi Nona, oleh ketiga tersangka menggunakan air keras. Mulai dari pelabuhan, menuju rumah korban hingga Tempat Kejadian Perkara (TKP), Pasar Mbongawani, Ende. Terdapat 34 adegan. Miris.

“Kasus pembunuhan yang awalnya gelap. Tidak ada saksi dan barang bukti. Melalui pengumpulan 38 saksi, enam keterangan ahli. Dirangkum dalam rekonstruksi ulang. Hal-hal yang sekiranya masih kurang selama rekonstruksi ulang itu, akan dilengkapi oleh Satuan Reskrim Polres Ende,” jelas Albertus Andreana.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius, SH., SIK, memaparkan ketiga tersangka yang tega melakukan tindakan keji itu. TN (36), laki-laki, bekerja sebagai penjual sekaligus suplayer sayur toge. HK (20), laki-laki, bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Ende. ZP (40), laki-Laki, bekerja sebagai tukang ojek.

Kronologi Pembunuhan

Tahun 2019. TN, menyuruh, ZP, membeli barang berupa air keras di Surabaya. Dari Ende, ZP, menumpang Kapal Roro. Kembali dari Surabaya dan tiba di Pelabuhan Ende, ZP, memberikan air keras kepada, TN. Selanjutnya, TN, menyerahkan air keras itu kepada, HK.

HK, merupakan sepupu, TN. TN, meminta, HK, melakukan aksi penyiraman air keras itu dan berjanji akan membayar, HK. Tujuh juta rupiah, nilai untuk sebuah aksi pembunuhan keji itu.

Sabtu, 16 Mei 2020. HK, melancarkan aksinya. Sekitar pukul 05.00 Wita. Setelah disiram air keras, korban Alm. Adi Nona, sempat dilarikan ke RSUD Ende. Naas, nyawa korban tak terselamatkan. Alm. Adi Nona, meninggal dunia di RSUD Ende.

Motif Pembunuhan

Lorensius, menerangkan, motif pembunuhan adalah sakit hati. TN, merasa sakit hati terhadap korban. Korban Alm. Adi Nona, memiliki hubungan dekat dengan laki-laki, inisial W.

Korban Alm. Adi Nona dan TN, berkenalan sejak tahun 2017 silam. Alm. Adi Nona, bahkan sering diberi uang oleh, TN. Mereka berdua memiliki hubungan dekat layaknya suami-istri.

Korban pernah menggunakan uang, TN. Kurang lebih 45 juta. Bahkan, TN, memberikan sertifikat tanah kepada korban, sebagai agunan saat korban meminjam uang di bank.

Ditambah, korban pernah menjelek-jelekkan, TN. Sejak itu, rasa sakit hati semakin tak terbendung. Hingga puncaknya. TN, nekad merencanakan aksi untuk mencelakai korban, Alm. Adi Nona, dengan menyiram tubuh korban menggunakan air keras.

“Jadi, motifnya karena, TN, merasa sakit hati. TN, tidak terima jika korban berhubungan dengan lelaki lain. Sehingga, TN, nekad mencelakai korban dengan membayar eksekutor, HK, menyiram tubuh korban menggunakan air keras hingga tewas,” terang Lorensius.

Kepada ketiga tersangka, dikenakan Pasal 340 KUHP subs. Pasal 338 KUHP lebih subs. Pasal 353 ayat (3) KUHP lebih subs. Pasal 351 ayat (3) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP. (Rian Laka)

Artikel ini telah dibaca 2704 kali

Baca Lainnya
x