Feature

Senin, 1 Juni 2020 - 16:54 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto kenangan Ir. Soekarno berdialog dengan Misionaris. (Foto: Ist)

Foto kenangan Ir. Soekarno berdialog dengan Misionaris. (Foto: Ist)

Situs Sejarah Soekarno di Ende (2)

Ende, Floreseditorial.com – Ir. Soekarno dan Kota Ende, Ibukota Kabupaten Ende memiliki kenangan sejarah yang tak terpisahkan. Itu sebabnya Kota Ende memiliki makna yang amat dalam bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenangkan catatan sejarah itulah, beberapa perayaan-perayaan penting diramairiahkan di Ende.

Ir. Soekarno, membekaskan kisah yang sulit dilepaspisahkan. Untuk mengenang masa pengasingannya, rumah yang Ia tempati menjadi situs sejarah. Situs Rumah Bung Karno. Bangunan itu, meski konstruksi masa lalu, tetapi menampakkan pesona istimewa. Auranya tetap membekas dan berbicara.

Saat-saat heningnya di bawah pohon sukun diabadikan sebagai Taman Renungan Pancasila. Tempat menukarkan gagas dan ekspresi sastra tetap terpatri. Gedung pertunjukan Immaculata, Percetakan Nusa Indah, Rumah Pastoral, Eks Toko De Leew dan Makam Ibu Amsi Mertua Soekarno. Tempat-tempat itu menjadi situs sejarah.

Kota Ende telah memberikan sumbangsih besar terhadap Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sebab di Kota inilah tempat perenungan Sang Founding Father Soekarno, mendapatkan ilham dasar Negara RI yang diraciknya dalam narasi lima butir Pancasila.

Saat dibuang di Ende, Ir. Soekarno tidak seorang diri. Ia bersama sang istri, Inggit, anak angkatnya, Ratna Djuami serta mertuanya Ibu Amsi. Keluarga kecil Ir. Soekarno menjadi bagian dari proses penciptaan sejarah seorang Ir. Soekarno. Ilham tersohor, masyur bermartabat untuk bangsa ini, Ir. Soekarno temukan di bawah pohon Sukun yang radiusnya tidak jauh dari rumahnya.

Tidak hanya bermenung, untuk memperluas jejaringan Ir. Soekarno bertukar gagas dengan para pastor di Katedral Ende. Gagasan Ia temukan dari beberapa buku bacaan, kemudian dielobarasi dalam diskusi yang bernas. Poin-poin penting diskusi itu diperdalam lebih lanjut oleh seorang Ir. Soekarno. Persahabatan Ir. Soekarno dengan misionaris bertugas di Katedral Ende dapat kita saksikan beberapa foto kenangan.

Tidak hanya tukar gagas, hasil olah rasa dan refleksi atas alam dan lingkungan Ia pentaskan dalam tonil drama. Tercatat, ada 13 karya drama yang telah dihasilkan oleh Bung Karno selama pengasingan di Ende.

*(Rian Laka)

Artikel ini telah dibaca 646 kali

Baca Lainnya
x