Feature Sosial

Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:15 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Realita Kehidupan Warga Pedalaman Kampung Detupau Nua Nita, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. (Foto: Rian Laka)

Realita Kehidupan Warga Pedalaman Kampung Detupau Nua Nita, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. (Foto: Rian Laka)

Derita Panjang Warga Detupau Nua Nita Berakhir

Floreseditorial.com, Wewari – Terharu bercampur bahagia. Kamis, (21/5/2020) floreseditorial.com, tiba-tiba dapat informasi mengejutkan. Berita dari pantai utara. Tepatnya dari pedalaman Kampung Detupau Nua Nita.

Lewat telepon genggam putra tunggal Mozalaki Yohanis Longa, mengabarkan berita gembira. Soal penantian panjang, derita 14 tahun yang membelenggu warga Detupau Nua Nita berakhir sudah. Nasib penduduk 38 KK dan 140 jiwa warga itu yang terombang-ambing telah mendapat kepastian, Jumat (22/5/2020). Mereka secara resmi telah tercatat sebagai penduduk Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Dengan diakomodirnya 38 KK asal Kampung Detupau Nua Nita, maka friksi yang berlangsung 14 tahun berakhir sudah. Mereka tidak perlu cemas dan ragu lagi. Secara yuridis formal telah dinyatakan sebagai warga penduduk Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

“Secara formil kami resmi sebagai pendudukan Desa Mukusaki. Cinta kami sebagai aji kae tetap bersemi. Kampung Detupau Nua Nita adalah tempat kami meletakkan sejarah peradabannya,” tutur Yohanis Longa

Bukti nyata 38 KK diakomodir sebagai warga Desa Mukusaki dinyatakan dalam dokumen kependudukan. Data KK diserahkan secara resmi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dissukcapil) Kabupaten Ende, saat berkunjung ke wilayah itu.

Harapan Terjawab

Saat mendapat berita itu, memori floreseditorial.com seakan diputar kembali. Saat di mana mendapatkan jejak di kampung itu, serta mendengarkan warta tutur mereka. Sebanyak empat edisi tulisan bersambung floreseditorial.com turunkan mengisah derita piluh warga Kampung Detupau Nua Nita. Ada rasa gembira berbalut puas. Bahwa jerit tangis warga itu sungguh diperhatikan pemerintah Kabupaten Ende.

Karena itu, usai mendapat kabar dari Kampung Detupau Nua Nita, floreseditorial.com mendatangi ruang kerja Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kabupaten Ende, Syahrul Yahya. Tujuan meminta kepastikan atas informasi yang diperoleh.

Kepada floreseditorial.com, Syahrul Yahya, membenarkannya. Dia menjelaskan, sejak media mengangkat kisah penderitaan warga Kampung Detupau Nua Nita, pemerintah daerah langsung respon. Langkah awal mengunjungi warga Kampung Detupau Nua Nita dan mendata warga itu.

“Kami bentuk tim turun lokasi. Data identitas warga, selanjutnya mengurus dokumen kependudukannya. Proses sedikit terhambat karena harus menunggu pengakuan dari Pemerintah Desa Mukusaki untuk ditetapkan sebagai warga dari desa itu,” katanya.

Dia menambahkan, setelah ada pengakuan dari pemerintah Desa Mukusaki, dilanjutkan penyerahan dokumen. Dengan berita acara penyerahan dokumen itu, membuktikan bahwa warga Kampung Detupau Nua Nita sudah resmi menjadi warga Desa Mukusaki. Dengan demikian, lanjutnya, persoalan yang berlarut hingga 14 tahun itu berakhir sudah.

Selain data KK dokumen kependudukan berupa KTP-Elektronik juga sudah mereka miliki. Hanya belum semuanya dan masih menggunakan alamat desa asal Mautenda. Hanya perlu proses selanjutnya sesuai alamat desa saat ini. Mereka hanya datang membawa foto kopi KK dan E-KTP untuk diproses.

Penulis: Rian Laka
Editor: Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 1031 kali

Baca Lainnya
x