Ekonomi Feature Sosial

Rabu, 20 Mei 2020 - 14:33 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Posko Bantuan Masyarakat Peduli Covid-19 Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Foto: Robert Perkasa)

Posko Bantuan Masyarakat Peduli Covid-19 Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Foto: Robert Perkasa)

Posko BMP Covid-19 Terapkan Prosedur Distribusi Cepat

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Selasa (18/5/2020) pagi, hujan deras mengguyur kota Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Aktivitas pegawai di Kantor Camat Komodo terlihat sepih dan lengang. Hanya ada tiga unit mobil sedang parkir di halaman kantor. Sementara di pintu masuk, ada sebuah baliho tertulis, “Posko Bantuan Masyarakat Peduli Covid-19 Labuan Bajo – Manggarai Barat”.

Tergoda tulisan baliho itu, saya ingin memastikan jenis bantuan, sumber bantuan dan kelompok sasaran bantuan. Terpantau di salah satu ruangan kantor itu tumpukan karung beras, mie goreng, mie sedap, minyak goreng Bimoli, telur ayam, susu kaleng. Semuanya tertumpuk. Di bagian kiri ruangan itu, ratusan kantung plastik berwarna biru berjejer rapih. Isi dalam plastik kantung itu ternyata bahan sembako yang siap didistribusikan.

Seizin relawan posko yang bertugas, saya pun berhasil “menggeledah” isi kantung plastik itu. Setiap kantung plastik berisi beras 5 kg, susu 1 kaleng, telur 2 butir, mie goreng 3 bungkus, mie sedap 2 bungkus, gula pasir 2 bungkus, teh sari manis 1 bungkus, sabun lifebuoy 1 pcs.

Tiga orang relawan, Ibu Herlina, Sukma dan Ibu Merilena sedang sibuk mengemas beraneka jenis bahan sembako di antara tumpukan karung beras dan deretan kantung paket sembako. Sementara, di dekat meja komputer tampak koordinator umum posko, Florianus Surion Adu dan seorang temannya sedang merapihkan berbagai berkas yang tergeletak di atas meja. Sekilas pintas, saya mengamati kelima relawan tersebut serius menjalankan peran masing-masing.

Bahan sembako, sumbangan para donatur ke Posko Bantuan Masyarakat Peduli Covid-19 Labuan Bajo – Manggarai Barat, siap didistribusikan kepada warga masyarakat terdampak pandemi virus corona. (Foto: Robert Perkasa)

Posko Berdiri Karena Peduli

Kepada floreseditorial.com, Fery Adu, menjelaskan posko bantuan masyarakat peduli covid-19 Labuan Bajo – Manggarai Barat dibangun dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat terdampak pandemi virus corona. Ada 10 relawan berasal dari warga Labuan Bajo, yang memiliki kepedulian dan sukarela membantu sesama yang membutuhkan bantuan. Mereka stand by di posko itu dan siap bekerja secara sukarela.

Menurutnya, sejak posko didirikan awal April 2020, banyak donatur yang telah menyumbang. Pihak yang memberi sumbangan, umumnya, kalangan swasta dan pengusaha di Kota Labuan Bajo. Misalnya Alfa Mart. Ada juga donatur dari Jakarta, bahkan donator luar negeri yang memiliki usaha di Labuan Bajo. Ada juga donatur perseorangan yang punya usaha di Manggarai Barat.

Para donatur menyerahkan semua bantuan ke posko. Bantuan diserahkan berupa barang bukan uang. Tugas relawan, mendistribusikan sumbangan para donatur itu kepada warga di desa-desa hingga lingkungan RT.

“Ternyata kepedulian terhadap sesama warga mendatangkan rasa empati dari warga masyarakat yang lain, dalam hal ini para donatur. Namun mereka tidak cukup waktu untuk menyerahkan secara langsung kepada calon penerima. Mereka menyerahkan ke posko untuk salurkan bantuan itu kepada sesama. Itu yang kami alami selama sebulan ini”, ujarnya.

Untuk melancarkan pendistribusian bantuan, jelas Fery Adu, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa. Artinya mendata warga calon penerima yang layak menerima bantuan. Jumlah maksimal 50 orang di setiap wilayah RT atau desa. Data warga harus ditandatangani atau sepengetahuan kepala desa setempat.

Data tersebut diajukan ke Posko. Setelah disetujui, para relawan segera mengantar bantuan berdasarkan data yang masuk.

Mekanisme penyaluran sembako yang dibuat selama ini tetap berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa. Relawan posko tidak lakukan pendataan. Mereka hanya membagikan bantuan berdasar usulan masyarakat melalui pemerintah desa. Sasaran bantuan sembako difokuskan kepada warga yang belum tersentuh BLT pemerintah.

“Kami tidak bantu orang per orang. Maksimal 50 KK di satu titik. Pada saat chek list di lokasi distribusi diketahui apakah penerima bantuan benar layak menerima bantuan sesuai data yang dibuat oleh pemerintah desa. Kami pernah batalkan pembagian bagi orang yang tidak layak menerima bantuan karena ekonominya sangat mampu. Kami alihkan bantuan kepada orang lain yang layak dibantu,” kata Fery Adu.

22 Titik Sumbangan

Sejak awal April 2020 hingga Rabu (20/5/2020), posko bantuan masyarakat peduli covid-19 Labuan Bajo – Manggarai Barat telah menyalurkan donasi paket sembako ke 22 titik di 17 Desa. Sasaran distribusi yang sudah disalurkan, di Kecamatan Komodo, Desa Batu Cermin, Wae Kelambu, Kelurahan Labuan Bajo di RT 08, RT 10, RT 11, RT 13, RT 14, RT 16, RT 20 dan RT 22. Desa Golo Bilas, Watu Nggelek, Macang Tanggar Dusun, Menjaga dan Nanga Na’e. Desa Tiwu Nampar, Pantar dan Desa Compang Longgo. Kecamatan Boleng; Desa Golo Sepang, Beo Sepang, Tanjung Boleng Dusun Rangko. Kecamatan Sano Nggoang; Desa Wae Lolos. Kecamatan Mbeliling; Desa Tondong Belang dan Liang Ndara.

Selain itu, posko bantuan masyarakat peduli covid-19 Labuan Bajo – Manggarai Barat juga telah memberi bantuan bagi kelompok asosiasi seperti crew kapal, komunitas ojek, driver, mahasiswa penelitian, para staff (Tenaga Harian Lepas) di Kantor Kecamatan Komodo dan juga sejumlah guru komite di Labuan Bajo.

“Para tenaga kerja pelaku usaha yang dirumahkan, misalnya pelaku wisata kuliner itu fokus kami. Rencana kami minggu depan gempur kawasan pulau terkait Idul Fitri”, kata Fery Adu.

*(Robert Perkasa)

Artikel ini telah dibaca 1470 kali

Baca Lainnya
x